Kejujuran Itu Indah

KEJUJURAN ITU INDAH

KEJUJURAN ITU INDAH

KEJUJURAN ITU INDAH

Muzainatul Faradisa


Saat ini aku masih duduk di bangku SMP, aku ingin mengerti tentang apa itu kejujuran. Pilihan untuk jujur dan bohong yang aku hadapi saat ini ketika aku harus belajar di rumah, ketika pandemi yang sekarang sedang melanda negeriku, aku dan teman-temanku harus belajar di rumah dengan tidak pernah saling bertemu satu sama lain dan guru-guru .

Hal pertama yang aku hadapi saat guru memberikan tugas, aku dan teman sekelasku banyak yang mencontek untuk menyelesaikan tugas seperti membuka Google. Pada saat ini aku masih belum percaya arti dari sebuah kejujuran, aku akan mencotek jika menghadapi tugas yang sulit karena tidak ada penjelasan yang bisa membantu menjawab tugas yang diberikan, hingga akhirnya pengumuman hasil ujian tengah semester dibagikan aku begitu tegang saat menunggu hasil yang diberikan oleh walikelas.

Setelah kuterima hasil dari walikelas yang mengatakan bahwa aku mendapatkan hasil yang bagus. Saat itu aku berpikir bahwa nilai pelajaran tersebut bukan nilai dari hasil kemampuanku. Kemudian aku mengubah semua cara belajarku, aku meminta mama untuk memberikan aku les tambahan dan setiap ada tugas selalu bertanya kepada kakak tentor di les, selain itu harus banyak membaca buku-buku, selain buku cetak dari perpustakaan.

Tibalah ujian semester tapi aku harus datang ke sekolah untuk ujian, diriku niatkan untuk berusaha jujur dalam mengerjakan soal yang diberikan, sesulit apapun. Kali ini materi-materi yang telah kupelajari dan yang diajarkan oleh guruku secara daring keluar semua, aku menjawab semua dengan tenang. Hingga pelaksanaan ujianpun selesai dan tinggal menunggu hasilnya.

Hari pembagian rapor pun tiba, aku kembali tegang dengan hasil yang aka ku peroleh nantinya. Ketika mama mengambil rapor dan walikelas memperlihatkan pencapaian nilai secara keseluruhan dan namaku tertulis mendapat peringkat kedua terlihat senyum bahagia terpancar di wajah mama. Begitu sampai di rumah mama mengucapkan selamat dan sebuah ciuman kudapat, diriku begitu senang.

Anggapanku tentang kejujuran itu benar "kalau jujur dan berusaha keras itu bisa membawa bahagia walau awalnya terasa sulit”.