Pertemuan Terakhir
Raudhatul Jannah
Hai, sebut saja aku Rafa, umur ku 13 tahun di bulan Agustus tahun ini,itu tidak terlalu penting.
Baik kita mulai saja ceritanya.
Di bulan Agustus, aku, nenek, kakek, paman, serta adikku jalan-jalan karena kakek, nenek, dan pamanku sudah lama tidak pulang ke kota ku. Setelah selesai jalan-jalan kami pergi ke mall. Kami di sana berbelanja, seperti membeli ice cream, buah-buahan, sayur-sayuran dan tidak lupa dengaan...... Cemilan!
Setelah selesai belanja dan membayar belanjaan, kami istirahat sebentar karena lelah. Kami memakan ice cream yang sangat lezat, adikku memakan ice cream hingga mulutnya penuh, haha! Jika diingat lagi itu sangat lucu, nenekku merekam tingkah laku adikku, kami yang ada di sana tertawa karena adikku. Kemudian nenek, kakek, dan paman kembali ke kotanya. Aku sangat rindu mereka.
Beberapa hari setelah itu aku ulang tahun! Itu sangat menyenangkan, bukan? Akan tetapi nenek, kakek, dan pamanku tidak bisa datang untuk merayakan ulang tahunku, ya sudah tidak apa-apa. Aku bisa bicara dan melihat mereka melalui handphone.
Yaahh.. Hari itu dan seterusnya sangat menyenangkan bagiku, karena itu adalah bulan kelahiranku. Jadi aku harus bahagia. Tapi kebahagiaanku hilang seketika, karena nenekku meninggal beberapa hari setelah ulang tahunku, jujur saja aku sangat terpukul ketika mendengar kabar bahwa nenekku sudah meninggal. Yang sebelumnya hari itu biasa saja, tiba-tiba berubah menjadi sedih. Aku tidak bisa menahan air mataku, aku terus menangis.
Ternyata hari di mana kita jalan-jalan bersama, makan bersama, dan bahkan hari di mana aku merasa sangat bahagia, itu adalah hari terakhir aku bertemu dengan nenekku.

